1. CO2 Cubes
Di dirikan pada 7 Desember, 2009 pukul 17:30 di Tycho Brahe Planetarium di Copenhagen, CO2 Cubes: adalah pameran seni multimedia hidup yang bertujuan untuk mengubah persepsi masyarakat tentang perubahan iklim dan untuk mendapatkan solusi yang berkelanjutan. Cube CO2 dibangun dengan ukuran yang besar satu metrik ton CO2 (1 ton CO2 = 8m ³). Terdiri atas sebuah bangunan tiga lantai. Proyek interaktif ini mendidik orang untuk mencegah karbon dioksida yang berlebihan di atmosfer yang diakibatkan aktivitas manusia.
2. Ice Bear Sculpture
Dalam upaya untuk mengirimkan pesan yang kuat pada perubahan iklim, Mark Coreth, seorang pematung master hewan bergerak, mengukir patung beruang berukuran 1,8 meter di Kongens Nytory Square di Kopenhagen, Denmark. Dikenal sebagai Ice Bear, proyek ini akan berusaha untuk mencerahkan pemikiran orang tentang bagaimana pemanasan global dan perubahan iklim mempengaruhi penduduk Arktik. Tinggi patung beruang kutub akan cocok dengan ketipisan rata-rata laut es mengambang (seperti diungkapkan oleh Catlin Arktik Survey) di Samudra Arktik tepat.
3. Treehugger Project
Seniman Agnieszka Gradzik dan Wiktor Szostalo menggunakan bahan organik untuk membuat anyaman-orang yang memeluk pohon. Huggers ini secara harfiah berarti populasi dunia. Beberapa orang menemukan memeluk pohon kesepian di pameran “Pohon Lonely, Lonely People”, sementara yang lain menunggu kesempatan mereka untuk menunjukkan kasih mereka kepada pohon sendirian.
4. The Melting Men
The Melting Man oleh seniman Nele Azevedo Brazil digambarkan bagaimana topi glasial di Greenland dan Antartika cepat menghilang. Ditempatkan pada lapangan Gendarmenmarkt pusat, Berlin, patung adalah spesimen seni perubahan iklim.
5. Living Light
Sebuah façade bangunan futuristik dikenal sebagai Living Light adalah paviliun outdoor permanen di Taman Perdamaian, di Stadion Piala Dunia di Seoul, Korea. Tidak hanya menampilkan kualitas udara di wilayah ini, tetapi juga menggambarkan jika suatu hari akan lebih baik atau lebih buruk daripada hari yang sama pada tahun lalu. Desainer Soo-in Yang dan David Benjamin telah melakukan pekerjaan yang patut dipuji dalam menciptakan ini permata dari patung.
6. Solar Peace Sculpture
Fred Georges baru-baru ini men disain model 8,75 kaki (2,6 meter) dari Solar Peace Sculpture di FOX Hotel, terletak di Jarmers Plads 3, di Kopenhagen pada 10-20 Desember 2009. Di mana patung yang asli adalah sebuah raksasa 50 kaki (15,24 meter) menunjukkan barel minyak, panel surya, dan pusat media interaktif, replika menirukan mantan sepenuhnya.
7. The Cloud
Struktur yang sangat besar ini terdiri dari kolom pusat filigri, hasil perlombaan Olimpiade dan nomor penonton di Taman Olimpiade. The Cloud, yang disusun oleh tim internasional arsitek, seniman dan insinyur, akan menampilkan menara interlocked yang mempunyai tinggi 400 kaki. Didukung dengan berbagai gelembung plastik solar powered, yang benar-benar off-grid-struktur akan menjadi sebuah dek observasi dan taman juga. Itu shortlisted dalam kompetisi yang diatur oleh Walikota London Boris Johnson.
8. The Canary Project
Proyek Canary ingin menyampaikan pesan tentang perubahan iklim dengan menggunakan media seni dari segala jenis. Memanfaatkan cara visual, seperti fotografi profesional, performance art, fashion dan desain grafis, organisasi nirlaba vokal menyebar pesan hijau pada perubahan iklim.
Selengkapnya...
Kamis, 02 September 2010
8 proyek memerangi pemanasan global
Jumat, 27 Agustus 2010
"Bulan Kembar" di Pertengahan Ramadhan
Langit malam pertengahan bulan, 16 Ramadan 1431 H yang jatuh pada hari Kamis (26/8/2010) dihiasi fenomena astronomis yang unik. Dari sekitar Jakarta, cuaca sangat cerah sehingga bulan purnama kelihatan begitu terang, apalagi ditemani kerlap-kerlip bintang dan planet.
Ada yang berbeda malam ini. Selain munculnya bulan penuh, hanya sehari usai purnama kemarin, seperti setiap tengah bulan hijriah lainnya, langit malam beberapa minggu ini juga dihiasi planet-planet yang tergolong sangat terang, seperti Yupiter dan Venus. Kedua planet yang tergolong paling terang di antara planet dan bintang di langit muncul bergantian menemani terangnya bulan.
Fenomena tersebut pantas dijuluki "bulan kembar" meski bulan purnama tentu jauh lebih terang dari planet-planet itu. Andai kebetulan langit cerah dan tak tertutup awan tebal, tak lama setelah Matahari terbenam di ufuk barat, langit malam berganti dihiasi terangnya bulan purnama di timur. Di barat, Venus menampakkan cahayanya yang saking terangnya sampai dijuluki sang bintang Kejora.
Venus tak muncul lama karena ia hanya ada sekitar 90 menit sebelum tenggelam. Namun, tak lama kemudian, dari ufuk barat terbit Planet Yupiter sekitar pukul 20.45 saat jaraknya hanya sekitar 6 derajat di bawah bulan.
Jarak rata-rata Yupiter dan Bulan tampak kira-kira hanya setengah kepalan tangan saja. Keduanya akan bergerak selaras ke arah barat dan bisa dilihat sepanjang malam sampai waktu sahur sekitar pukul 03.00, Jumat (27/8/2010).
Malam ini Yupiter yang merupakan planet terbesar di tata surya memang terlihat lebih terang. Saat ini kebetulan planet tersebut sedang di posisi perihelium, jarak terdekat dengan Matahari, sehingga terlihat lebih besar dari Bumi.
Dibanding saat aphlium atau jarak terjauh dengan Matahari, yang terjadi tahun 2005, ukurannya terlihat 11 persen lebih besar dan tingkat keterangannya sampai 1,5 kali lipat dilihat dari Bumi.
Tentu fenomena tersebut hanya kebetulan terjadi pada bulan Ramadan kali ini. Namun, keunikan tersebut tentu pantas diamati meski sekadar disaksikan sekilas saja untuk mengingatkan kita terhadap kebesaran Sang Pencipta. Apalagi kalau Anda punya teleskop, peristiwa ini tentu haram dilewatkan.
Selengkapnya...
Kamis, 26 Agustus 2010
Cerobong Asap di Dasar Laut Sangihe
Tim Indonesia Ekspedisi Sangihe Talaud atau Index/Satal 2010 kerja sama Indonesia-Amerika Serikat berhasil mengidentifikasi sebagian temuannya. Di antaranya, di kedalaman sekitar 2.000 meter ditemukan cerobong gunung api bawah laut yang bersuhu 300-400 derajat celsius.
Ekspedisi itu dimulai awal Juli 2010 dan direncanakan berlangsung sampai 10 Agustus 2010.
Kegiatan tersebut melibatkan 32 ilmuwan Indonesia dan 12 ilmuwan Amerika Serikat yang menganalisis hasil-hasil eksplorasi bawah laut dengan kapal riset Okeanos Explorer melalui Pusat Komando Penelitian di kantor Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan di Ancol, Jakarta Utara, serta di Seattle, Amerika Serikat.
"Di perairan Sangihe Talaud ada aktivitas vulkanik, tetapi belum diketahui hingga kini seberapa aktif," kata Ketua Tim Periset Indonesia dalam Index/Satal 2010 Sugiarta Wirasantosa, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (11/7/2010).
Kandungan larutan bersuhu tinggi dari perut bumi itu mengandung mineral, logam, dan gas, yang dipengaruhi suhu air laut dalam yang mencapai 2-4 derajat celsius. Hal ini menimbulkan aliran larutan dari perut bumi itu memperoleh pendinginan mendadak.
Ekosistem tersendiri
Menurut Sugiarta, pendinginan mendadak itu menimbulkan endapan yang akhirnya membentuk lapisan cerobong. Air laut di sekitarnya pun menjadi tidak terlampau dingin atau tidak terlampau panas sehingga menjadi ekosistem tersendiri dan bisa menjadi habitat bagi biota-biota laut tertentu.
"Dari pengambilan gambar dengan kamera video bawah laut dalam, diperoleh gambar biota berbagai jenis, mulai dari cacing-cacingan, udang, kepiting, dan ikan yang semua berwarna sangat mencolok," katanya.
Belum mampu
Secara terpisah, Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Soeharsono mengatakan, pertemuan lempeng kerak bumi menimbulkan gunung api bawah laut. Ini terjadi tidak hanya di bagian utara Pulau Sulawesi, tetapi juga di lokasi lain di Indonesia.
"Selama ini kita belum mampu mengeksplorasi pengetahuan tentang laut dalam. Wilayah-wilayah perairan di utara Papua, selatan Sulawesi, atau di Laut Banda, Maluku, misalnya, tak akan jauh beda dengan Sangihe Talaud yang kini sedang dieksplorasi dengan kapal riset Okeanos Explorer milik Amerika Serikat tersebut," kata Soeharsono.
Aktivitas gunung api bawah laut, menurut Soeharsono, juga ada di perairan dangkal. Ia menyebutkan, di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat, malah terdapat aktivitas gunung api bawah laut dengan kedalaman 100-200 meter. Namun, eksplorasi ilmu pengetahuan tentang itu masih sangat sedikit.
Soeharsono mengatakan, sekitar tahun 2003 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah bekerja sama dengan Australia untuk mengidentifikasi gunung api bawah laut di Sangihe Talaud. Pada waktu itu ditemukan kandungan larutan yang keluar dari perut bumi, kemudian membentuk cerobong-cerobong itu. Di antaranya ternyata mengandung emas.
Selengkapnya...
Wow, Bintang Baru Dikelilingi 7 Planet
Para astronom Eropa menemukan sebuah bintang yang dikelilingi tujuh planet. Ini merupakan penemuan eksoplanet terbesar sejak 15 tahun lalu. Bintang ini mirip dengan sistem tata surya. Meski begitu, belum ditemukan bukti bahwa tata surya itu layak menjadi tempat tinggal manusia kelak.
Bintang itu adalah HD 10180, berada pada jarak 127 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi bintang selatan Hydrus, ular air jantan, demikian laporan European Southern Observatory (ESO) dalam siaran pers Selasa (24/8/2010). Mereka mendeteksi lima planet besar, seukuran Neptunus, tetapi mengorbit dalam setahun antara enam hari dan 600 hari. Dua planet lain, yang satu seukuran Saturnus, mengorbit selama 2.200 hari. Sedangkan planet lainnya, 1,4 kali massa Bumi, mengorbit bintang HD 10180 hanya dalam waktu 1,18 hari Bumi mengitari Matahari.
Jadi, ini merupakan sistem bintang dengan tujuh planet. Sedangkan sistem Matahari memiliki delapan planet. Astronom ESO, Christophe Lovis, mengatakan, ”Kita tengah memasuki era baru penelitian eksoplanet, studi tentang sistem planet yang kompleks dan bukan planet satu per satu.” Menurut NASA, sejak 1995, terdeteksi 402 bintang dengan planet-planetnya. Sejauh ini tidak ada di antara planet-planet itu, meski mirip dengan Bumi, memiliki suhu yang memungkinkan adanya air dan kehidupan.
Selengkapnya...
Rabu, 25 Agustus 2010
Cadangan Es Setebal 800 Meter Ditemukan di Mars
Para ilmuwan NASA telah menemukan cadangan es dalam jumlah besar di bawah permukaan Planet Mars jauh dari kutubnya. Penemuan ini semakin menguatkan pendapat bahwa kehidupan mungkin masih dapat bertahan di sana.
Cadangan es dideteksi radar yang mampu menembus ketebalan tanah dari Mars di wahana Mars Reconnaissance Orbiter yang mengorbit Mars. Temuan ini mengejutkna karena terdapat di Cekungan Hellas di belahan selatan yang jauh dari kutub.
Pengukuran radar menunjukkan salah satu cadangan es yang terdeteksi memiliki ketebalan hingga lebih dari 800 meter terkubur di bawah lapisan tanah dan batuan. Sementara luas cadangan tersebut mencapai tiga kali luas Kota Los Angeles, AS.
"Secara keseluruhan, gletser-gletser ini hampir dapat dipastikan sebagai cadangan air beku terbesar di Mars, dan bukan tudung es di kutub," kata John Holt, seorang pakar geofisika pada Universitas Texas, Austin, AS yang juga penyusun utama laporan tentang penemuan tersebut. Laporan penemuan itu dipublikasikan dalam jurnal Science edisi 21 Nopember.
Para ilmuwan pada tim riset beranggotakan 12 orang itu menduga cadangan air beku itu adalah peninggalan Jaman Es di Mars pada jutaan tahun silam. Karena air merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi kehidupan, para ilmuwan mengatakan keberadaan es adalah tanda yang menjanjikan bagi kehidupan di luar Bumi.
Mars adalah satu-satunya planet yang permukaannya dapat dilihat secara terinci dari Bumi. Suhunya antara -140 derajat Celsius hingga 20 derajat celsius. Sebelumnya telah ditemukan bukti-bukti cadangan es di sekitar kutub. Wahana Phoenix Mars Lander bahkan telah membuktikan bahwa di bawah permukaan kutub Mar terdapat molekul-molekul es.
Di samping nilai ilmiah penemuan tersebut, cadangan es ini juga dapat dipertimbangkan menjadi sumber air untuk mendukung penjelajahan Mars mendatang.
Selengkapnya...
Aurora di Mars Berhasil Dipetakan
Fenomena munculnya cahaya berwarni-warni di atas langit kutub yang biasa disebut aurora juga terjadi di atmosfer planet selain Bumi. Jika di Saturnus baru saja diketahu, di Planet Mars malah sudah berhasil dipetakan.
Kemunculan aurora-aurora di Mars sepanjang tahun berhasil direkam wahana Mars Express milik badan antariksa Eropa yang kini mengorbit planet tersebut. Tim peneliti dari Perancis berhasil mengamati sembilan aurora di atmosfer Mars dan menyusunnya dalam satu peta.
Cahaya-cahaya tersebut tampak dengan warna antara hijau hingga ungu. Seperti hlanya aurora yang terbentuk di atsmofer Bumi, cahay tersebut pada dasarnya ultraviolet yang terbentuk saat partikel-partikel bermuatan lsitrik dari Matahari bereaksi karena pengaruh medan magnet planet tersebut.
Selengkapnya...
Murid SMP Temukan Goa Misterius di Mars
Sekelompok murid kelas VII—setara kelas I sekolah menengah pertama—menemukan goa misterius di Planet Mars. Saat itu, mereka tengah mengerjakan proyek riset guna mempelajari citra yang diambil pesawat ruang angkasa NASA yang mengorbit di planet merah itu. Temuan itu berupa penampakan yang diduga merupakan lubang pada atap goa.
Keenam belas anak tersebut merupakan murid kelas sains dari Dennis Mitchell, guru kelas VII di Evergreen Middle School di Cotton Wood, California. Para murid itu tengah berpartisipasi dalam kegiatan Mars Student Imaging Program di Mars Space Flight Facility di Arizona State University.
Murid-murid diminta membuat semacam proposal riset dan kemudian diperbolehkan menggunakan kamera yang tengah mengorbit di Mars untuk mengambil gambar guna menjawab pertanyaan riset mereka.
Lubang yang mirip dengan temuan baru itu pernah ditemukan sebelumnya di bagian lain Mars pada 2007 oleh Glen Cushing, seorang ahli geologi asal Amerika. Cushing berpandangan, citra yang ditangkap itu menyerupai "lubang atap", tempat sebagian dari atap goa atau lubang aliran lava runtuh.
Liang itu diduga diakibatkan oleh aktivitas vulkanik di planet merah. Pada suatu masa, aliran lava keluar dari permukaan batuan dan meninggalkan bekas berupa liang setelah erupsi usai.
Ujung lubang itu tertutup oleh material yang mendingin dan sebagian "pipa" bekas aliran lava itu bisa saja ada yang ambruk.
Sejauh ini, para ilmuwan belum dapat memastikan jenis material yang tersimpan di dalam goa itu. "Lubang ini baru bagi kami para ilmuwan," ujar Cushing kepada para murid. Dia memperkirakan ukuran lubang itu 190 meter x 160 meter dan kedalamannya 115 meter.
Memburu aliran lava
Riset para murid itu bertujuan memburu pipa lava yang merupakan fenomena vulkanik di Bumi dan Mars.
"Mereka mengembangkan sebuah proyek riset dengan fokus menemukan lokasi "pipa" lava yang paling lazim di Mars. Apakah fenomena itu paling sering terjadi di puncak, sisi, atau dataran sekitar gunung," ujar Mitchell, guru mereka.
Mereka lalu meneliti sebuah foto utama dan cadangan dari Pavonis Monsvolcano (gunung) di Mars. Gambar itu diambil oleh alat penangkap citra Thermal Emission Imaging System (THEMIS) dari Odyssey, milik NASA yang sedang mengorbit. Foto cadangan yang mereka teliti malah memberikan kejutan: sebuah citra bundar gelap. Citra itu merupakan lubang di Mars yang mengarah kepada adanya goa terkubur di planet itu.
Temuan itu akan diperjelas lagi menggunakan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) pada Mars Reconnaissance Orbiter. Alat itu bisa menampilkan lebih banyak detail guna melihat ke dalam lubang itu.
Selengkapnya...
Mud Volcano, Indikasi Kehidupan di Mars
Jika kehidupan di Mars benar-benar ada, maka ilmuwan percaya indikasinya dapat ditemukan di dataran utara Acidalia Planitia. Di sana terdapat mud volcano yang sejenis dengan aktivitas vulkanik lumpur di Porong, Sidoarjo.
Acidalia Planitia memiliki struktur geologi dengan muntahan sedimen bawah tanah yang berlumpur. Sedimen ini mungkin mengandung bahan organik yang dapat menjadi penanda adanya kehidupan di masa lampau.
“Jika ada kehidupan di Mars, mungkin mereka akan berkembang di lingkungan yang kaya cairan,” kata pemimpin studi, Dorothy Oehler, ilmuwan riset di Direktorat Eksplorasi Ilmiah dan Penelitian Astromaterial di Johnson Space Center, NASA.
“Gunung berapi yang mengandung lumpur ini merupakan indikator dari permukaan yang kaya fluida. Ini membawa ke kedalaman bawah permukaan yang mungkin sulit kita amati.”
Oehler dan asistennya, Carlton Allen, memublikasikan penelitian ini di Icarus.
Ini adalah kali pertama bagi mereka berhasil memetakan lebih dari 18.000 gundukan melingkar. Keduanya memperkirakan, ada lebih dari 40.000 gundukan lumpur yang muncul di daerah tersebut.
Oehler dan Allen menganalisis gambar dari Mars Reconnaissance Orbiter yang memungkinkan mereka menganalisis struktur beberapa gundukan serta fitur aliran lumpur. Data tersebut juga mengandung informasi mineral dari gundukan lumpur.
Mud volcano merupakan struktur geologi berupa campuran gas, cairan, dan batuan halus yang ada beberapa kilometer bawah tanah dan terpaksa naik ke permukaan. Di bumi, mud volcano memiliki peran penting bagi industri minyak. Wilayah ini menunjukkan prediksi mengenai keberadaan minyak bumi.
“Jika kehidupan benar-benar ada di bagiah bawah permukaan, maka keberadaan air dan materi lain yang terkandung di lumpur akan terangkat ke atas tanah sehingga setidaknya proses ini dapat diteliti kembali,” kata Kenneth Tanaka, ilmuwan dari Astrogeology Science Center of the US Geological Survey.
“Kami percaya bahwa Acidalia merupakan tempat yang tepat bagi kehidupan karena memiliki sumber air yang berlimpah,” kata Oehler.
“Ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencari kehidupan yang mungkin berkembang di Mars.”
Selengkapnya...
Wuih, Ada Sepeda Selam ala James Bond
Pernah menonton film James Bond The Spy Who Loved Me dari tahun 1977? Pada film itu, James Bond memakai gadget berupa kapal selam mini bertenaga pedal alias hanya dikayuh dengan kaki.
Kini, sesuatu yang fiksi dari empat dasawarsa silam itu diwujudkan menjadi fakta oleh sekelompok insyinur dari Perancis.
Mereka menyebutnya the Scubster. Sepeda selam itu juga dilengkapi kemudi serta bisa ditutup rapat. Namun, berbeda dengan kapal selam betulan, pengemudi kendaraan bawah air ini hanya bisa bernapas dengan tabung oksigen seperti lazimnya penyelam.
Tergantung pengayuhnya, sepeda selam sepanjang 3,5 meter ini dapat mencapai kecepatan sampai 8 km per jam, dengan kedalaman 6 meter.
Salah seorang penemunya, Stephane Rousson, mengatakan kepada Reuters, sepeda selam itu akan dikomersialkan karena yakin akan menarik perhatian para pemilik yacht. Ia juga akan mengikutkannya dalam lomba kapal selam internasional 2011 di Amerika Serikat.
Selengkapnya...
Minggu, 22 Agustus 2010
Ilmuwan Temukan Bintang Terbesar
sebuah bola besar yang terang di galaksi tetangga kita kemungkinan merupakan bintang terberat yang pernah ditemukan. Maklum, besar bintang ini ratusan kali dari Matahari.
Para ilmuwan yang ada balik penemuan itu, Rabu (21/7), mengatakan, telah mendapati bintang yang disebut R136a1. Beratnya diperkirakan 320 massa Matahari.
Tidak itu saja. Astrofisikawan Paul Crowther menjabarkan, bintang gemuk itu juga dua kali lebih berat dari bintang besar yang sebelumnya pernah ditemukan. Artinya, rekor baru bintang terbesar sementara dipecahkan temuan tersebut.
Bintang ini membakar gas dengan intensitas sedemikian rupa sehingga bersinar hampir 10 juta kali dari kilauan matahari. Si raksasa itu diidentifikasi berada di tengah gugus bintang Nebula Tarantula, sebuah awan dari gas dan debu di Large Magellanic Cloud, galaksi yang berjarak 165.000 tahun cahaya dari Bima Sakti kita.
"Tidak seperti manusia, bintang-bintang model ini lahir dengan amat berat dan mengurus dengan bertambahnya usia," kata Crowther, seorang astrofisikawan di Universitas Sheffield di Inggris utara. "R136a1 sudah setengah baya dan telah menjalani penurunan berat dengan intens."
Bintang itu dinobatkan yang paling besar di antara sejumlah bintang raksasa yang telah diidentifikasi oleh Crowther dan timnya dalam artikel di Monthly Notices dari Royal Astronomical Society. Suhu permukaan bintang tersebut dapat melampaui 40.000 derajat Celcius (72.000 derajat Fahrenheit) atau tujuh kali lebih panas dari matahari.
Karena jauh lebih terang, bintang tersebut juga rakus terhadap cadangan energi mereka daripada bintang yang lebih kecil. Ini juga berarti bahwa bintang besar itu akan hidup cepat dan mati muda. Ketika mati, bintang akan menghasilkankan sejumlah besar material dan membakar diri sehingga terjadilah ledakan spektakuler.
"Yang terbesar hanya hidup tiga juta tahun," kata Crowther. "Dalam astronomi itu umur yang sangat singkat."
Rentang hidup yang kecil itu menjadi salah satu alasan bintang yang kegendutan sangat sulit ditemukan. Selain sangat langka, mereka biasanya hanya membentuk di gugus bintang terpadat.
Selengkapnya...
Asteroid Baru di Neptunus
para astronom menemukan asteroid baru di wilayah orbit Neptunus. Yang mengejutkan asteroid, tersebut ditemukan di daerah yang sebelumnya tidak ada objek apapun atau disebut zona mati.
Asteroid yang mengikuti orbit Neptunus mengelilingi matahari ini mungkin bisa membantu menjelaskan pertanyaan mendasar tentang pembentukan dan migrasi planet-planet. Asteroid yang diklasifkasikan sebagai Trojan ini ditemukan di area yang sulit dideteksi di dekat Neptunus yang dikenal dengan wilayah Titik Lagrangian L5.
Titik Lagrangian berada di area gravitasi dua planet besar, seperti Neptunus dan matahari, yang seimbang. Hal ini memungkinkan benda yang lebih kecil seperti asteroid untuk tetap stabil dan tetap selaras dengan orbit planet karena mereka mengelilingi matahari.
Trojan L5 Neptunus ditemukan menggunakan teleskop Subaru milik Jepang di Hawaii yang berdiamater 8,2 meter. Mereka kemudian menggunakan teleskop Carniege Magellan yang berdiameter 6,5 meter untuk mengamati dan menentukan orbit objek
“Ini adalah objek kecenderungan tinggi, karena akan menjadi jika Neptunus adalah pada orbit yang jauh lebih eksentrik di masa lalu, Ini mendukung gagasan tata surya jauh lebih kacau dan bahwa planet raksasa tidak membentuk di mana mereka sekarang tapi bermigrasi di sana,†kata Scott Sheppard dari Institusi Carnegie di Washington.
Selengkapnya...
Jumat, 20 Agustus 2010
Post Ilmuwan Membuat Sel Sintetik Pertama di Dunia
“Ini adalah spesies pertama kami yang orangtuanya adalah komputer,” kata Venter dalam konferensi pers.
Jika mencari tahu bagaimana cara cepat mengetahui urutan genom, itu hanyalah langkah kecil pertama di bidang genetika, Craig Venter telah melangkah ke depan dan membuat lompatan raksasa untuk disiplin ilmu ini. J. Craig Venter Institute mengumumkan bahwa mereka telah menciptakan sel sintetik pertama di dunia, dimana kromosom sepenuhnya sintetik yang dihasilkan oleh mesin.
Terobosan di bidang biologi bisa digunakan untuk berbagai aplikasi, karena pada dasarnya membuka pintu untuk rekayasa biologi oleh para ilmuwan di laboratorium. Para peneliti telah merencanakan untuk membuat ganggang direkayasa khusus yang dirancang untuk perangkap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi biofuel. Aplikasi lainnya bisa termasuk untuk obat-obatan, pembersihan lingkungan, dan produksi energi.
Meskipun sel bakteri adalah produk akhir dalam percobaan tertentu , ragi eukariotik adalah pemain penting dalam proses tersebut. Venter dan perusahaan mensintesis genom bakteri M. mycoides dengan mengambil strain pendek DNA (mesin kontemporer hanya dapat merakit urutan singkat pada satu waktu) dan memasukkan mereka ke dalam ragi, yang memiliki enzim dengan kemampuan untuk memperbaiki DNA dan menggabungkan strain pendek bersama-sama.
Ragi pertama menghubungkan potongan-potongan pendek (masing-masing lebih dari 1.000 pasang basa) bersama-sama ke dalam alur 10.000 pasang basa yang lebih panjang. Untai yang lebih panjang telah dihapus, terus hingga dikombinasikan dalam sepuluh kelompok dan dimasukkan kembali ke dalam ragi untuk menghubungkan alur 100.000 pasang basa. Setelah tiga putaran ini, tim telah menghasilkan genom lengkap, terdiri dari lebih dari satu juta pasangan basa. Untuk membedakan mereka dengan genom yang ditemukan di alam, urutan “watermark” khusus ditambahkan pada DNA sehingga tidak akan salah membedakan dengan spesies alami. Genom sintetik kemudian ditransplantasikan ke bakteri jenis lain, Mycoplasma capricolum, dimana genom sintetik mulai memproduksi protein baru. Genom asli capricolum dihancurkan baik oleh enzim M. mycoides atau hilang selama replikasi sel. Dengan cara yang sama, seiring dengan sel membelah diri, sel-sel yang dihasilkan dibuat sepenuhnya dari genom sintesik dan itu ada dalam cawan petri: sel pertama di dunia dibangun dari DNA sintetik seluruhnya telah disintesis.
Bagaimana membangun sel M. mycoides sintetik?
“Setiap komponen di dalam sel berasal dari genom sintetik,” kata Venter. “Sel ini, garis keturunannya adalah komputer. Tetapi sel ini hanyalah sebuah bukti konsep untuk sampai ke pemahaman minimal genom sintetik. ”
Bagan proses pembuatan M. mycoides sintetik
Namun, tidak semua orang senang dengan keberhasilan tersebut. Setelah pengumuman itu, beberapa peneliti mempertanyakan keabsahan istilah “sintetik” karena meskipun genom itu dibuat oleh komputer, proses kehidupan yang ada dimodifikasi daripada menciptakannya dari nol. Ada juga banyak konsekuensi etika – dan hukum – untuk sebuah kemajuan teknologi yang tak diragukan lagi akan muncul dalam bulan-bulan mendatang.
Apa yang tidak untuk dipermasalahkan adalah bahwa Venter dan perusahaan telah melakukan suatu prestasi teknologi yang serius dalam merangkai bersama jutaan pasangan basa nukleotida untuk membuat genom lengkap di laboratorium. Bukan hanya itu, mereka melakukannya cukup akurat sehingga DNA dapat diterima sel.
“Mungkin 99% dari percobaan kami gagal,” kata Venter, merujuk dari dekade panjang perjalanannya sampai ke titik ini. “Ini adalah debugging, proses pemecahan masalah sejak awal, karena tidak ada resep.”
Sekarang sudah ada sebuah resep, Venter dan perusahaannya mulai memasak. Setelah memiliki 1 juta pasang basa menjadi genom yang koheren, Venter mengatakan langkah selanjutnya adalah alga, karena genom alga memiliki hanya kurang dari 2 juta pasang basa. Sebagai perbandingan, genom manusia mengandung lebih dari 3 milyar pasang basa, jadi jangan mencari mamalia sintetik dalam waktu dekat ini.
Selengkapnya...