I made this widget at MyFlashFetish.com.

Agama (2) aneh (9) Fenomena (3) Pengetahuan (40) Sains (12) Sport (4) Tips (15) unik (8)

Minggu, 11 Juli 2010

Buah dan Sayur Turunkan Risiko Kanker

Mengonsumsi buah dan sayuran secara teratur bisa menurunkan risiko kanker paru-paru. Manfaat ini, menurut temuan peneliti, juga bisa didapatkan oleh perokok.

Penelitian yang melibatkan 700 partisipan menunjukkan, mereka yang makan paling banyak sayur dan buah mengalami penurunan risiko kanker lebih besar dibandingkan partisipan yang mengonsumsi paling sedikit. Studi lain, yang juga dipresentasikan ke American Thoracic Society, menemukan bahwa makan 1,5 potong buah atau satu sendok makan besar sayur setiap hari bisa melindungi dari serangan emfisema dan bronkitis kronis.

Orang-orang yang paling banyak makan seledri berisiko 60 persen lebih rendah dibandingkan orang-orang yang paling sedikit mengonsumsi seledri. Sedangkan wortel bisa mengurangi risiko sebanyak 50 persen.

Peneliti lainnya, seperti diuraikan di situs dailymail.co.uk, Selasa (6/7), telah menemukan sejumlah komponen alami dalam buah dan sayuran yang mempunyai efek pelindung. Komponen tersebut termasuk alpha-carotene, beta carotene dan lycopene.


Selengkapnya...

Mengudap Kacang Cegah Pikun

Mengudap kacang-kacangan bisa menjaga ketajaman otak hingga usia tua. Vitamin E dalam kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak zaitun, menurut temuan studi terbaru mencegah penyakit Alzheimer atau kepikunan.

Para pensiunan yang mempunyai kadar vitamin E tertinggi dalam darah berisiko lima puluh persen lebih rendah mengalami penyakit yang menghancurkan ini dibandingkan partisipan dengan kadar vitamin E terendah dalam tubuh.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kacang-kacangan dan minyak bisa menjadi cara mudah dan lezat dalam menjaga kesehatan otak seiring pertambahan usia. Peneliti dari Swedia mengukur vitamin E dalam sampel darah yang diambil dari 232 lelaki dan perempuan. Semua partisipan berusia 80 atau lebih di awal studi. Semua partisipan bebas dari demesia atau kepikunan.

Setelah enam tahun, 57 partisipan telah mengalami kepikunan. Akan tetapi, angka kepikunan lebih banyak dijumpai pada partisipan dengan kadar vitamin E rendah di awal studi.

Penelitian sebelumnya telah menghasilkan temuan yang saling bertentangan. Tapi, peneliti meyakini bahwa efek perlindungan ini lebih disebabkan oleh satu subjenis vitamin E, bukan secara keseluruhan.

"Vitamin E merupakan satu keluarga dari delapan komponen alami. Tapi, sebagian besar studi menghubungkan penyakit kepikunan hanya dengan satu komponen ini. Kami menduga bahwa semua anggota keluarga vitamin E turut berperan dalam melawan kepikunan," papar pemimpin studi Dr Francesca Mangialasche dari Stockholm's Karolinska Institute, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Senin (5/7).

Temuan ini, terang Mangialasche, perlu dikonfirmasi oleh studi-studi lain. Tapi, temuan ini membuka kemungkinan bahwa keseimbangan semua bentuk vitamin E mempunyai manfaat penting dalam melindungi saraf.
Selengkapnya...

TV Picu Gangguan Perhatian

Terlalu banyak menghabiskan waktu di depan TV dan bermain video games bisa menggandakan risiko gangguan perhatian pada anak-anak dan dewasa muda.

Temuan ini merupakan salah satu dari sekian banyak studi yang mengungkap efek negatif menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar, baik komputer atau TV.
Peneliti Edward Swing dari Iowa State University, membandingkan partisipan yang menonton TV atau bermain video games kurang dari dua jam sehari dengan partisipan yang menghabiskan waktu lebih dari dua jam. American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan agar anak-anak berusia dua tahun atau lebih menonton TV atau bermain video games kurang dari dua jam sehari.

"Mereka yeng melewati anjuran AAP berisiko sekitar 1,6 hingga 2,2 kali lebih besar mengalami masalah perhatian," terang Swing, seperti dikutip situs healthday.com, Senin (5/7).

Dalam studi yang dipublikasikan di Pediatrics ini, Swing dan teman-temannya mempelajari dua kelompok usia. Mereka menilai lebih dari 1.300 anak kelas tiga, empat dan lima selama lebih dari 13 bulan. Selain itu, mereka juga melihat lebih dari 210 mahasisiwa selama satu kali evaluasi.

"Anak-anak melaporkan penggunaan TV dan video game mereka. Orangtua juga melaporkan hal yang sama," tutur Swing."Para guru melaporkan gangguan perhatian pada sisiwa kelas menengah."

Para guru melaporkan jika anak mengalami masalah untuk tetap mengerjakan satu tugas, memperhatian, jika mereka mengganggu pekerjaan sisiwa lain, atau menunjukkan masalah di area lain yang menggambarkan gangguan perhatian. Sedang para mahasiswa
diminta melaporkan sendiri gangguan perhatian yang mereka alami.

Siswa sekolah menengah, menurut temuan peneliti, menghabiskan 4,26 jam sehari untuk menonton TV atau bermain video game. Sedang siswa yang lebih tua menghabiskan waktu 4,82 jam sehari.

Studi-studi sebelumnya juga telah menghubungkan waktu yang dihabiskan di depan layar dengan gangguan perhatian."Kemungkinan ada hubungan antara menonton TV dan gangguan perhatian," terang Dr. David Elkind dari Tufts University.
Selengkapnya...

Tempat Tidur Berantakan Menyehatkan

Tak sempat membereskan tempat tidur pada pagi hari mungkin dapat menjaga kesehatan Anda, bagaimana bisa? Para peneliti mengemukakan kondisi tempat tidur yang terlihat berantakan ternyata tak disukai tungau penyebar asma dan alergi.

Dari studi yang dilakukan di Universitas Kingston, ditemukan bahwa tungau yang merupakan avertebrata tak dapat bertahan di suhu hangat dan kondisi kering pada tempat tidur yang belum dirapihkan atau berantakan. Perkembangbiakan mereka pun akan terhambat bila suhu lembapnya terbatas. Karena itu, suhu hangat dan lembap pada tempat tidur yang telah dirapihkan adalah kondisi ideal bagi tungau untuk dapat hidup dan berkembang biak.

Rata-rata, satu tempat tidur dapat ditinggali lebih dari 1,5 juta tungau. Binatang kecil yang ukurannya kurang dari 1 milimeter ini memakan sisik pada kulit manusia dan menghasilkan alergen yang mudah dihirup pada saat kita tertidur.

kepada BBCNews, Salah satu peneliti Dr Stephen Pretlove berujar, "Hal simpel seperti membiarkan tempat tidur berantakan sepanjang hari dapat mengurangi kelempaban pada kasur dan sprei sehingga kutu akan mengalami dehidrasi kemudian mati."
Selengkapnya...

Fakta-Fakta Menyenangkan Seputar Gula

Anda keranjingan makanan manis dan mulai berpikir apakah gula bisa memicu ketergantungan? Menurut pakar, Anda tidak perlu menghindari gula sepenuhnya, tapi cobalah mengurangi. Untuk membantu Anda mengontrol asupan gula, berikut fakta mengenai gula.

Gula picu ketergantungan?

Semua orang, terang Marcia Pelchat PhD dari Monell Chemical Senses Center, cenderung menyukai gula. Akan tetapi, perannya dalam memicu ketergantungan belum bisa dipastikan. Para peneliti, terang dia, belum yakin apakah orang-orang bisa ketergantungan secara fisik terhadap gula.

Akan tetapi, beberapa studi yang dilakukan pada hewan menunjukkan adanya kemungkinan."Pada hewan-hewan yang diberikan akses berselang terhadap gula, terjadi perubahan dopamine otak, sama seperti kecanduan obat-obatan," terang Pelchat, seperti dikutip situs webmd.com.

Berbeda dengan penyalahgunaan obat-obatan, orang-orang tidak gemetar saat berhenti mengonsumsi gula. Tapi, orang-orang dengan keranjingan gula konstan tetap menunjukkan satu gejala ketergantungan."Orang-orang ini akan terus mengonsumsi meskipun sudah tahu akibat buruknya."

Gula perburuk kolesterol?

Para peneliti telah menemukan hubungan antara gula dan kadar lemak darah tidak sehat."Ada hubungan antara asupan gula dan dislipidemia (peningkatan kadar trigliserida dan penurunan kadar kolesterol baik HDL)," terang Rachel K. Johnson, RD MPH PhD, seorang profesor di bidang nutrisi dari University of Vermont.

Gula picu diabetes?

"Makan gula saja tidak akan menyebabkan diabetes," terang Johnson, Tapi, penelitian besar menunjukkan adanya hubungan antara asupan minuman berpemanis dengan diabetes.

Penyebab utamanya, terang dia, kemungkinan adalah obesitas. Minuman berpemanis berkaitan dengan indeks massa tubuh tinggi atau kelebihan berat dan obesitas."Yang telah dikenal sebagai faktor risiko diabetes."

Gula ganggu kesehatan anak?

Gula, terang pakar diet Kavey, tidak menjadi masalah. Yang menganggu adalah kelebihan berat badan."Gula menjadi masalah karena semakin meningkatnya angka obesitas pada anak-anak. Dan peningkatan ini terjadi bersamaan dengan penambahan asupan gula sederhana di kalangan anak," terang Kavey. Jus, soda, sereal berpemanis, kue, dan permen, terang dia, merupakan sumber gula paling umum dalam diet anak-anak.

Adakah tipe gula terbaik?

Selebritas dan juru masak menyatakan perlunya mengganti gula putih dengan gula yang lebih sehat, seperti madu, sirup maple, atau molasses (sirup). Akan tetapi, terang Johnson, belum ada bukti yang mendukung kesalahpahaman ini."Semuanya adalah gula sederhana. Baik mendapatkan dari gula putih atau tipe pemanis lainnya, Anda masih menambah kalori kosong ke dalam diet," papar Johnson.

Berapa takaran yang tepat?

Para pakar menekankan bahwa konsumsi jumlah sedang adalah kuncinya. Sebagai contoh, Asosiasi Jantung Amerika menganjurkan agar perempuan membatasi sekitar enam sendok teh gula sehari, atau sekitar 100 kalori. Lelaki sebaiknya membatasi hingga sembilan sendok teh sehari atau 150 kalori.
Selengkapnya...

Lima Kebiasaan Sehat agar Tampil Menarik

KEINGINAN untuk tampil menarik merupakan sifat alami manusia. Selain itu, orang-orang yang menarik cenderung lebih populer di kalangan lawan jenis. Selain itu, menurut beberapa studi, bahkan lebih mapan secara finansial.

Bagaimana cara untuk tampil lebih menarik? Tentu saja Anda bisa menggunakan sejumlah barang dan produk kecantikan. Akan tetapi, ada kebiasaan kecil yang dinyatakan efektif memperbaiki penampilan. Kebiasaan apa saja? Berikut uraiannya untuk Anda:


Ganti seprei.

Seprei dan sarung bantal kotor merupakan pemicu utama munculnya jerawat. Karena itu, cobalah mengganti sprei paling tidak sekali seminggu untuk mengurangi kontak kulit dengan kotoran yang akan menyumbat pori-pori.

Keramas tidak lebih dari sekali sehari.

Idealnya, cobalah keramas tidak lebih dari beberapa kali dalam seminggu. Pasalnya, sampo bisa mengikis minyak alami rambut, sehingga membuat rambut jadi kering dan rapuh. Jika Anda olahraga secara teratur, cobalah hanya keramas sekali saja sehari diikuti dengan penggunaan kondisioner.

Flossing setiap hari dan putihkan gigi setiap enam bulan.

Untuk mendapatkan senyum memikat. Jangan lupa flossing setiap hari. Cara ini membantu mengangkat kotoran yang tertimbun di sela-sela gigi. Selain itu, Anda bisa menggunakan perangkat pemutih gigi untuk mendapatkan senyum yang lebih cemerlang. Tapi, pastikan memutihkan gigi tidak lebih dari sekali dalam enam bulan. Terlalu sering bisa memicu gusi sensitif. Selama seminggu setelah melakukan pemutihan, hindari makanan yang bisa meninggalkan noda di gigi, seperti anggur merah, kopi dan saus kedelai.

Bercukur setelah mandi.

Uap dari kamar mandi seperti sauna yang menciptakan lingkungan lembab. Kondisi ini akan membuka pori dan membuat rambut lebih lembut. Hal ini akan mengurangi risiko rambut tumbuh ke dalam dan terbakar akibat cukur. Jika tidak sempat mandi, cobalah menciptakan kompres panas dengan merendam handuk wajah dalam air panas kemudian oleskan ke wajah selama dua hingga tiga menit.

Bersihkan wajah, gunakan pelembab, krim perawatan mata, dan pelembab bibir setiap pagi.


Rutinitas perawatan kulit dasar merupakan suatu keharusan untuk memperbaiki penampilan kulit. Mulailah dengan mild cleanser, khususnya yang mengandung 2 persen asam salisilat untuk membantu mengatasi jerawat. Ikuti dengan exfoliant sebanyak dua hingga tiga kali seminggu untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Selanjutnya, oleskan pelembab untuk memperbarui cairan kulit dan mencegah penuaan terkait kerusakan akibat sinar matahari. Kemudian oleskan krim mata untuk menjaga kelembaban dan kelenturan kulit di area mata. Akhiri dengan sentuhan pelembab bibir untuk mendapatkan bibir yang halus dan lembut.
Selengkapnya...

Pengguna Shower Berisiko Terkena Sakit Paru-Paru

Mandi menggunakan pancuran atau shower ternyata tidak baik bagi kesehatan karena shower yang kotor dapat menghantarkan bakteri berbahaya dalam jumlah banyak.

Hal itu dikemukakan tim ilmuwan AS yang menemukan bahwa shower ternyata mengandung bakteri yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Bakteri yang bernama Mycobacterium avium (m avium) terdapat pada air di dalam shower dan jumlahnya 100 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan air yang ditampung dalam bak. M avium terdiri atas biofilm yang menempel di dalam shower, menurut National Academy of Science. Dalam jurnal Proceedings yang dikutip BBCNews, para ahli mengungkapkan bahwa penemuan ini telah menjelaskan mengapa ada banyak kasus penyakit paru-paru yang menjangkiti orang yang cenderung mandi dengan shower ketimbang di bak mandi.

Setiap tetes air yang mengucur dari shower menghantarkan bakteri-bakteri M avium yang mampu bertahan lama di udara dan bila terhirup, dapat dengan mudah masuk ke bagian terdalam paru-paru, kata ilmuwan dari Universitas Colorado di Boulder. Salah satu ilmuwan, Norman Pace, mengatakan, "Jika wajah Anda tersiram air yang pertama kali mengucur dari shower, itu berarti Anda akan menghirup M avium yang nantinya akan masuk ke paru-paru."

Memang risiko terkena penyakit paru-paru tergolong kecil orang sehat, tapi pada orang dengan sistem imunitas yang rendah, seperti lansia dan perempuan hamil atau mereka yang tengah menderita suatu penyakit, M avium dapat dengan mudah menginfeksi paru-paru. Seseorang yang telah terkena bakteri M avium akan mengalami beberapa gejala diantaranya cepat letih, batuk kering, napas pendek, dan lesu.
Selengkapnya...

Tiga Manfaat Stres

Stres kronis memang bisa memicu penyakit jantung, hipertensi, dan gangguan kesehatan lainnya. Akan tetapi, menurut temuan penelitian, stres tingkat sedang justru bisa memperbaiki kesehatan.

"Aspek positif dari stres juga tidak bisa diabaikan," tutur Ken Robbins MD, seorang profesor kejiwaan dari University of Wisconsin-Madison, seperti dikutip situs health.com.

Saat stres, kelenjar ginjal akan melepaskan sejumlah hormon, termasuk adrenalin yang mempercepat detak jantung dan meningkatkan energi, dan kortisol, yang meningkatkan kadar glukosa dalam aliran darah. Saat tubuh Anda dibanjiri oleh zat kimia ini selama berminggu atau berbulan-bulan, Anda akan mulai merasakan penyakit.

Tapi untuk jangka waktu singkat (seperti sehari atau kurang), stres bisa membuat tubuh lebih efisien dan pikiran lebih tajam. Berikut cara menggunakan stres tanpa membiarkan stres menggunakan Anda:

Stres buat Anda lebih cerdas: Gunakan sebagai strategi

Penelitian dari The Rockefeller University di New York City dan the University of Buffalo menunjukkan bahwa stres bisa menguatkan proses pembelajaran dan memori. Hal ini merupakan efek dari peningkatan jumlah kortisol di otak. Jadi, saat Anda

terlalu cemas untuk tidur, jangan memaksakan diri. Duduklah di dekat laporan atau tugas-tugas Anda yang belum selesai. Kerjakan kembali saat Anda merasa lebih tenang.

Stres buat Anda lebih manis: Gunakan untuk menguatkan hubungan

Saat stres, tubuh akan mengeluarkan oxytocin, hormon yang menguatkan ikatan. Karena itu, gunakan waktu ini untuk menghubungi teman dekat Anda atau berhubungan dengan teman-teman melalui jejaring sosial, seperti Facebook.

"Perempuan cenderung mencari dukungan sosial saat merasa stres," terang Paul Rosch MD FACP dari New York Medical College. Oxytocin, lanjut Rosch, bisa membantu memastikan agar kadar stres Anda tidak melewati batas.

Stres buat Anda lebih sehat: Gunakan untuk memulihkan tubuh

Semburan stres bisa menyiapkan tubuh melawan gangguan di masa depan. Stres, menurut temuan studi dari Stanford School of Medicine, bisa menguatkan sistem kekebalan tubuh. Dan Anda tidak perlu melakukan apa pun, cukup menikmati manfaat perlindungan dari stres jangka pendek.
Selengkapnya...

Hindari Lima Pemicu Naiknya Berat Badan

Formula sukses menurunkan berat badan ternyata cukup sederhana. Anda hanya perlu membakar lebih banyak energi dibandingkan jumlah asupan energi dari makanan.

Misalnya Anda akan menghilangkan 0,5 kilogram lemak setiap kali Anda makan 3500 kalori lebih sedikit dibandingkan kalori yang dibakar tubuh. Untuk mencapai ini, Anda tidak perlu perlu hitungan pasti asupan kalori yang dibakar atau yang Anda konsumsi. Anda akan menurunkan berat badan sepanjang Anda bisa memperhitungkan dengan tepat bahwa asupan kalori Anda lebih sedikit daripada yang dibakar tubuh.

Meskipun kedengarannya sangat sederhana, namun banyak pelaku diet yang kembali mengalami penambahan berat badan. Untuk membantu Anda mencegahnya, berikut beberapa faktor pemicu yang umum mengundang naiknya berat badan. Faktor biologis. Berat badan Anda turut dipengauhi oleh gen. Sejauh ini, lebih dari 300 gen dikaitkan dengan obesitas. Tempat penyimpanan lemak, pengaturan insulin, jumlah hormon yang dikeluarkan tubuh serta berbagai proses lainnya dipengaruhi oleh gen. Dengan cara yang sama, pengaturan selera makan juga kompleks. Jenis makanan yang Anda konsumsi dan cara Anda mengonsumsinya turut mempengaruhi selera makan. Sebagai contoh: pengatur rasa kenyang jangka pendek adalah cholecystokinin (CCK). Saat mengonsumsi lemak atau protein, CCK akan dilepaskan, memperlambat proses pencernaan. Yang lebih menarik lagi, serat larut bisa memperlambat pemecahan CCK, sehingga membuat Anda kenyang lebih lama.

Harapan yang tidak realistis. Hasil review ilmiah menunjukkan bahwa pengurangan 10 persen dari berat badan dalam waktu 6 bulan seharusnya menjadi target maksimum penurunan berat badan awal. Setelah 6 bulan, Anda sebaiknya mengevaluasi ulang. Secara umum, menurunkan berat badan secara perlahan akan membantu tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan dan mengurangi reaksi kontra. Mempertahankan berat badan memerlukan usaha yang sama (diet dan olahraga) dengan program penurunan berat badan. Pada faktanya, sebagian besar orang memerlukan olahraga lebih banyak untuk mempertahankan berat badan dibandingkan saat menurunkan berat badan.

Pola diet. Perempuan cenderung menggunakan diet yo-yo untuk menurunkan berat badan, padahal diet ini mendatangkan lebih banyak efek negatif dari pada positif. Menghindari makan untuk menurunkan berat badan akan membuat Anda keranjingan dan memicu makan berlebih saat jam makan berikutnya. Selain itu, cara ini memperlambat metabolisme yang justru mencegah penurunan berat badan. Diet rendah karbohidrat menyebabkan penurunan berat badan karena membatasi energi. Diet ini pada dasarnya membuat tubuh kekurangan nutrisi dan memicu gangguan metabolisme tubuh.

Aktivitas fisik. Latihan fisik sangat penting dalam menurunkan berat badan jangka panjang. Masalahnya, sebagain besar orang seringkali menerapkan cara yang salah. Banyak orang yang sangat antusias di awal masuk gym, berlatih terlalu keras, kelelahan hingga akhirnya berhenti sama sekali.

Dukungan. Semua orang memerlukan dukungan dan dorongan agar bisa menurunkan dan mempertahankan berat badan ideal. Studi-studi menunjukkan bahwa sangat sulit mempertahankan perubahan diet tanpa dukungan orang-orang di sekitar Anda.
Selengkapnya...

8 Fakta Menarik Tentang Berat Badan

Belum langsing juga meskipun sudah berolahraga, mengurangi kalori dan menghindari makanan olahan? Tidak ada yang salah dengan usaha Anda. Hanya saja, menurut temuan peneliti baru-baru ini, obesitas tidak hanya dipicu oleh makanan berlebih dan kurang olahraga.

Tapi, masalah berat badan berlebih juga bisa dipicu oleh faktor lain, seperti gen, gangguan hormon dan bahkan virus yang masuk ke dalam tubuh. Berikut beberapa fakta seputar berat badan yang bisa membantu Anda memahami masalah obesitas.
Genetik
Gen lemak yang selanjutnya dikenal dengan FTO, pertama kali ditemukan pada tikus gemuk. Menurut temuan peneliti selanjutnya, orang-orang yang memiliki dua kopi dari gen tersebut berisiko 40 persen lebih besar menderita diabetes dan berisiko 60 persen lebih besar mengalami obesitas. Selain itu, orang-orang yang hanya memiliki satu kopi gen tersebut juga berisiko mengalami penambahan berat badan.

Sekarang ini, terang Claude Bouchard, PhD dari Louisiana State University System, diduga ada sekitar 100 gen yang memicu obesitas."Setiap gen menambah berat di berbagai area tubuh," terang Bouchard, seperti dikutip situs rd.com.

Menurut perkiraan peneliti, sekitar 16 persen populasi mempunyai dua kopi gen FTO. Sedang sekitar 50 persen mempunyai satu kopi.

Jumlah sel lemak
Beberapa orang memiliki lebih banyakRentang jumlah sel lemak yang dimiliki beberapa orang, menurut Kirsty Spalding PhD dari Karolinska Institute di Stockholm, bisa jauh berbeda dengan orang lain. Dan meskipun Anda berhasil menurunkan beberapa kilogram berat (atau menambah beberapa kilogram), jumlah sel-sel lemak Anda akan tetap sama. Sel-sel lemak ini akan memegang erat lemak yang sudah ada dalam tubuh dan selamanya akan lapar dan minta diisi. Sel-sel lemak dari orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, terang Spalding, juga memegang lebih banyak lemak.

Sel-sel lemak muncul selama masa kanak-kanak, tapi kelihatannya berhenti saat mencapai usia remaja. Orang-orang yang mempunyai banyak sel-sel ini, terang dia, kemungkinan sudah mulai memproduksi sel tersebut sejak usia 2 tahun.

Ubah metabolisme
Tim peneliti dari Helsinki University Central Hospital mempelajari apa yang terjadi saat Anda mengalami penambahan berat badan. Peneliti melibatkan pasangan kembar (satu gemuk dan satu kurus). Hasil menunjukkan, sel-sel lemak pada partisipan yang lebih gemuk menjalani perubahan metabolik sehingga mempersulit pembakaran lemak.

Menurut tim peneliti, mengalami penambahan berat badan minimal 5,5 kilogram bisa memperlambat metabolisme. Semakin banyak lemak yang Anda tumpuk, semakin sulit untuk menghilangkannnya.

Bagimana cara menurunkan berat badan?"Semakin banyak saya pelajari, saya semakin yakin bahwa kita memerlukan aktivitas fisik," terang peneliti Kirsi Pietilainen PhD. Pietilainen mengaku bahwa dirinya juga gemuk ketika anak-anak dan sekarang berhasil mencapai berat badan sehat setelah berlari secara teratur.

Stres bikin gemuk
Stres cenderung membuat Anda keranjingan makanan kaya karbohidrat. Selain itu, hormon stres juga mempercepat penyimpanan lemak. Karena itu, cobalah meredakan stres dengan melakukan yoga atau menghabsikan waktu berkualitas dengan keluarga.

Kondisi ibu selama kehamilan pengaruhi berat badan Anda
Kebiasaan merokok selama kehamilan meningkatkan risiko berat bayi lahir rendah dan minum alkohol bisa merusak otak janin. Hal yang sama juga berlaku pada kebiasan ibu mengonsumsi makanan tidak sehat.

Sejumlah studi menunjukkan, makanan bergula dan berlemak yang dikonsumsi ibu sebelum Anda lahir, juga turut memengaruhi berat badan Anda sesudah lahir. Studi pada tikus menunjukkan, tikus betina yang kelebihan berat badan memiliki lebih banyak glukosa dan asam lemak bebas di sekitar rahim dibandingkan tikus betina yang tidak kelebihan berat. Molekul-melokul ini akan memicu pelepasan protein yang mengganggu kontrol selera makan dan sistem metabolik pada otak janin yang sedang berkembang. Hal ini, menurt peneliti, juga berlaku pada manusia.

Tidur turunkan berat badan
Ingin langsing tanpa upaya berat? Cobalah tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Peneliti dari University of Chicago melaporkan, gangguan tidur bisa mengganggu keseimbangan hormon, memicu pengurangan leptin (yang memberi sinyal kenyang) dan meningkatkan jumlah ghrelin (yang memicu rasa lapar). Sebagai akibatnya, Anda merasa lapar (padahal sebenarnya tidak), sehingga memicu makan berlebih.

Berat pasangan
Berat badan suami atau istri Anda juga turut memengaruhi. Istri atau suami yang langsing, menurut peneliti, akan membuat Anda lebih terdorong untuk menurunkan berat badan.

Virus
Adenovirus merupakan pemicu sejumlah penyakit, mulai dari gangguan saluran pernapasan atas hingga masalah lambung dan usus. Selain itu, peneliti dari University of Wisconsin telah menemukan hubungan virus ini dengan lemak saat menyuntikkan virus tersebut kepada ayam. Peneliti menemukan, virus tersebut turut menumpuk lemak.

Stem cell, yang bisa diubah menjadi sel lain, juga berubah menjadi sel-sel lemak saat disuntik dengan virus tersebut."Virus tersebut kelihatannya meningkatkan jumlah sel lemak dalam tubuh serta menambah jumlah lemak yang tersimpan dalam sel-sel lemak," terang peneliti Nikhil Dhurandhar PhD.

Studi-studi pada manusia, termasuk perbandingan saudara kembar, menunjukkan bahwa orang-orang yang obesitas memiliki lebih banyak antibodi untuk virus tertentu, dikenal dengan adenovirus-36.
Selengkapnya...